Rabu, 27 Juni 2012



tugas KEDUA 
 MK                :  evaluasi pembelajaran bi
NAMA           :  erniati
NIM                : 10533 5672 09
KELAS          : vi d






SILABUS PEMBELAJARAN

Sekolah                                   : SMP UNISMUH MAKASSAR
Mata Pelajaran                      : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester                      : IX (Sembilan) / 1 (Dua)
Standar Kompetensi             : Membaca
                                                  7. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca buku kumpulan cerita pendek (cerpen)
                                
Kompetensi
Dasar
Materi
Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar
Teknik Penilaian
Bentuk
 Instrumen
Contoh
Instrumen
7.1  Menemukan tema , latar, dan  penokohan, pada cerpen-cerpen dalam satu kumpulan cerpen

Cara menemukan unsur-unsur cerpen dan implementasinya
o Membaca buku kumpulan cerpen
o Berdiskusi untuk menentukan tema, latar, dan penokohan dalam tiap-tiap cerpen
o Menunjukkan keterkaitan antarunsur cerpen  sebagai dasar pembulat cermatan makna cerpen secara utuh.
ü Mampu menyimpulkan tema cerpen
ü Mampu menentukan latar cerpen dengan bukti faktual
ü Mampu menentukan karakter tokoh cerpen dengan bukti yang menyakinkan

Penugasan individual/kelompok
Proyek
·  Bacalah buku kumpulan cerpen yang terdapat di perpustakaan kemudian tentukanlah tema, latar, dan penokohan dalam cerpen-cerpennya dengan bukti-bukti pendukungnya!
·  Analisislah keterkaitan antarunsur (tema, latar, dan penokohan) untuk memakanai cerpen-cerpen itu! (waktu: 2 minggu)

4 X 40’
PerpustakaanBuku teks

v  Karakter siswa yang diharapkan :        Dapat dipercaya ( Trustworthines)
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )





                  
Kompetensi
Dasar
Materi
Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Alokasi
Waktu
Sumber
Belajar
Teknik Penilaian
Bentuk
 Instrumen
Contoh
Instrumen
7.2  menganalisis nilai-nilai kehidupan pada cerpen-cerpen dalam satu buku kumpulan cerpen

Penganalisisan nilai-nilai kehidupan pada cerpen
o Membaca buku kumpulan cerpen
o Berdiskusi untuk menentukan nilai kehidupan yang positif dan negatif dalam kumpulan cerpen
o Membandingkan nilai kehidupan dalam cerpen dengan nilai kehidupan siswa
o Menyimpulkan nilai kehidupan dalam cerpen yang dapat menjadi teladan siswa
ü Mampu nilai-nilai kehidupan yang positif maupun negatif dalam kumpulan cerpen
ü Mampu membandingkan nilai kehidupan dalam cerpen dengan nilai kehidupan siswa
ü Mampu menyimpulkan nilai kehidupan dalam cerpen yang dapat menjadi teladan siswa
Penugasan individual/kelompok
Proyek
·  Bacalah buku kmpulan cerpen yang terdapat di perpustakaan kemudian tentukanlah tema, latar, dan penokohan dalam cerpen-cerpennya dengan bukti-bukti pendukungny!
·  Analisislah keterkaitan antarunsur (tema, latar, dan penokohan) untuk memakanai cerpen-cerpen itu! (waktu: 2 minggu)

4 X 40’
Perpustakaan,
Buku kumpulan
Cerpen
Buku teks
v  Karakter siswa yang diharapkan :        Dapat dipercaya ( Trustworthines)
Rasa hormat dan perhatian ( respect )
Tekun ( diligence )
Tanggung jawab (responsibility)







Materi Pembelajaran

Apakah Anda suka membaca cerpen (cerita pendek)? Cerita pendek biasanya terdapat di koran dan majalah. Bahkan, Anda pun dapat membaca cerpen dari buku kumpulan cerpen yang ada di perpustakaan. Saat Anda membaca cerpen, Anda mungkin mendapatkan hal-hal menarik dan mengesankan dari cerpen tersebut, baik dari segi isi, keindahan bahasa, maupun dari segi alurnya. Selain itu, Anda mungkin menemukan nilai-nilai yang berguna bagi kehidupan Anda. Salah satu contoh  cerpen berikut? Apakah anda menemukan nilai-nilai yang bermanfaat? Bacalah oleh Anda dan teman-teman Anda!

Menunggu Belas Kasihan

Siang itu Dudi, Wida, dan Nurul pulang sekolah bersama. Mereka berjalan menuju jalan raya. Hari itu panas sekali. Dudi tampak kesal sekali ketika melihat dua anak kecil dekil datang meminta-minta kepadanya.
            “Huh, sana pergi!” Dudi dengan kasar mengusir kedua anak itu. “Sudah panas, banyak gelandangan lagi!”
            Melihat Dudi yang marah, Wida berkata,”Dudi, kamu tidak boleh begitu,dong. Kasihan mereka. Coba kamu lihat ibu yang berada di pinggir jalan itu! Meminta-minta hanya untuk mendapatkan sesuap nasi dan anak-anaknya yang harus putus sekolah karena tidak mempunyai uang. Harusnya kamu bersyukur karena mempunyai orang tua yang sayang padamu. Punya uang banyak, punya rumah bagus. Jadi, tidak seharusnya kamu bersikap seperti itu kepada anak-anak itu!”
            “Iya, iya. Aku ngerti,” sahut Dudi. “Jangan cuma ngerti. Sifatmu tadi jangan diulang lagi,” tambah Nurul menasehati.
            Dudi melihat wanita yang berada di pinggir jalan itu. Pakaiannya kotor, lusuh, dan dekil. Dudi merasa kasihan kepada wanita itu. Dudi teringat terus akan nasihat teman-temannya. Dudi berpikir, betapa sangat beruntungnya ia. Ia dapat hidup enak tanpa harus mengemis seperti wanita tua itu.
            Keesokan harinya, Dudi bangun pagi sekali. Setalah berseragam rapi, ia sarapan bersama ayah-ibunya. Tiba-tiba Dudi teringat wanita tua peminta-minta yang berada di jalan raya dekat sekolahnya itu. Ia berpikir pasti wanita tua dan anak-anaknya itu kelaparan. Karena merasa kasihan, Dudi membungkuskan roti untuk mereka.
            “Pa, Ma, Dudi pergi dulu, ya! Assalamualaikum!” Dudi pamit kepada ayah dan ibunya.
            Hari itu Dudi senang sekali. Ke mana-mana selalu tersenyum. Melihat tingkah laku temannya yang aneh, Wida dan Nurul terheran-heran. “Dudi kenapa sih kamu?” Tanya Nurul. “Ah, nggak apa-apa. O ya, pulang sekolah nanti kita lewat jalan raya, yuk!” jawab Dudi. “Bukankah setiap hari kitaselalu melewati jalan itu? Ada-ada saja kamu, dudi,” sahut Wida.
            Bel sekolah berbunyi tanda waktu pulang sekolah tiba. Dudi, wida, dan nurul pulang bersama-sama melewati jalan raya. Tiba-tiba di sana terlihat orang berkerumun. Dudi, Wida, dan Nurul penasaran. Mereka mendatangi kerumunan itu.
            “ada apa, Pak?” tanya Dudi kepada penjual minuman. “Ada pengemis tertabrak mobil. Itu ibu yang sering mengemis di pinggir jalan raya,”kata penjual minuman sambil menunjuk ke seberang jalan.
            “Mungkin ibu tua yang kemarin kita lihat itu,” katDudi kepada teman-temannya.
            “Mungkin saja,” sahuat Wida. “Ya,” Nurul menimpali. “Yuk, kita lihat! Sahut Dudi sambil menarik tangan kedua sahabatnya.
            Dudi sangat sedih dan merasa kaget ketika melihat wanita tua itu tergeletak tidak berdaya di pinggir jalan. Di samping wanita itu terlihat dua orang anak yang sedang menangis.
            “Bu, bangun, Bu!” teriak mereka.
            Dudi sangat terharu. Tidak terasa air matanya menetes di pip. “Dud, kenapa kamu? Laki-laki kok menangis?” Tanya Wida. “Aku kasihan melihat wanita itu. Rencananya, hari ini aku ingin memberikan roti ini kepada dia dan dua orang anaknya.”
            “Sudahlah, Dud. Niatmu baik. Kita doakan saja semoga ibu itu dapat terselamatkan,” hibur Nurul.
            Beberapa saat kemudian, mobil ambulans datang.

Sumber: Peer Kecil, 7 Januari 2001 dengan perubahan   


            Setelah anda membaca cerpen tersebut, tentunya Anda menemukan masalah yang di ugkapkan penulis dalam cerpen. Masalah yang diungkapkan itulah yang disebut tema cerpen. Tema cerpen ini dapat diketahui dari persoalan-persoalan yang dilalui oleh tokoh utama, tema cerpen dapat pula diketahui melalui dialog para tokoh.
Selain tema anda temukan pula latar cerita atau setting adalah gambaran tempat, waktu, dan situasi yang mewadahi sebuah cerita. Latar bukan unsur yang lepas dari sebuah cerita, melainkan unsure yang turut membangun alur, membangun karakter yang terjalin dengan unsure-unsur cerita lainnya. Latar juga memperlihatkan bagaimana pengaruh tempat, waktu, dan situasi itu pada perilaku manusia dan romantika hidup tokoh-tokohnya.
Istilah tokoh menunjuk pada orangnya, pelaku cerita, sedangkan watak, perwatakan, atau karakter menunjuk pada sifat dan sikap para tokoh yang menggambarkan kualitas pribadi seorang tokoh. Tokoh cerita menempati posisi strategis sebagai pembawa dan penyampai pesan, amanat, atau sesuatu yang sengaja ingin disampaikan kepada pembaca. Tokoh terbagi dua, ada tokoh utama dan tokoh sampingan, dan secara umum kita mengenal tokoh protagonis dan antagonis.
Tokoh protagonis adalah tokoh yang kita kagumi, tokoh yang merupakan pengejawantahan norma-norma, nilai-nilai yang ideal bagi kita. Tokoh protagonis menampilkan sesuatu yang sesuai dengan pandangan dan harapan pembaca. Adapun tokoh antagonis adalah tokoh yang menyebabkan terjadinya konflik. Tokoh antagonis merupakan penentang tokoh protagonis.
Ada beberapa cara penggambaran karakter tokoh dalam cerpen, di antaranya sebagai berikut.
- Melalui apa yang diperbuat tokoh. Hal ini berkaitan dengan bagaimana sang tokoh bersikap dalam situasi ketika tokoh harus mengambil keputusan.
- Melalui ucapan-ucapan tokoh. Dari apa yang diucapkan tokoh kita dapat mengetahui karakternya.
- Melalui penjelasan langsung. Dalam hal ini penulis menggambarkan secara langsung karakter tokoh.
            Sebuah cerpen selalu mengandung makna. Makna merupakan maksud yang hendak disampaikan pengarang dalam karyanya. Cerita yang disampaikan dalam cerpaen juga mengandung pesan. Pesan atau amanat cerpan dapat diketahui secara langsung (tertulis) dantidak langsung (tersirat). Amanat yang tersirat biasanya terdapat dalam alur.  




 Pelatihan 1
1.      Tentukan kesimpulan tema cerpen yang Anda baca!
2.      Tentukan latar cerpen yang Anda baca!
3.      Tentukan karakter masing-masing tokoh utama maupun tokoh pendamping dalam cerpen!

Pelatihan 2
1.      Temukanlah nilai-nilai kehidupan yang positif maupun yang negatif dalam cerpen yang anda baca!
2.      Bandingkanlah nilai kehidupan dalam cerpen dengan nilai kehidupan Anda!
3.      Simpulkanlah nilai kehidupan dalam cerpen yang dapat menjadi teladan!

Tujuan pembelajaran khusus memuat empat criteria
A: Audience (sasaran)
B: Behavior (tingkah laku)
C: Condition (syarat)
D: Degrre (ukuran)

Tujuan khusus dari KD:
v  Menemukan tema , latar, dan  penokohan, pada cerpen-cerpen dalam satu kumpulan cerpen.
1. Siswa  mampu menyimpulkan tema cerpen yang dibacanya dengan tepat.
  A                         B                                             C                     D        
2. Siswa mampu menemukan latar cerpen  yang dibacanya dengan bukti yang faktual.
       A                          B                                 C                                D
3. Siswa mampu menemukan karakter tokoh cerpen yang dibacanya dengan bukti yang
        A                         B                                                         C        
     Menyakinkan.
                D

v  menganalisis nilai-nilai kehidupan pada cerpen-cerpen dalam satu buku kumpulan cerpen.
1. Siswa mampu menemukan  nilai-nilai kehidupan yang positif maupun negatif dalam cerpen.
2. Siswa mampu membandingkan nilai kehidupan dalam cerpen dengan nilai kehidupannya.
3. Siswa mampu menyimpulkan nilai kehidupan dalam cerpen yang dapat menjadi teladan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar